Kurang dari sebulan lagi, tepatnya 25 November 2017, PIA Ardhya Garini sebagai wadah pemersatu istri-istri TNI Angkatan Udara akan genap berusia 61 tahun.

Sebuah perjalanan panjang telah dilalui PIA Ardhya Garini sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan berskala nasional, seiring perkembangan TNI Angkatan Udara sendiri.

Menyongsong HUT PIA Ardhya Garini ke-61, sejumlah kegiatan digelar dan akan dilaksanakan baik di tingkat pusat maupun daerah.

Seperti Selasa (31/10/2017), Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto telah membuka pertandingan bola voli ibu-ibu di GOR Merpati Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto membuka kejuaraan voli sebagai bentuk pembinaan ibu-ibu PIA. Foto: Dispenau

Pertandingan bola voli berlangsung selama dua hari (Selasa-Rabu, 31/10 – 1/11) diikuti oleh delapan tim. Masing-masing dari PIA Pusat, PIA Gabungan I Mabesau, Perhimpunan Istri Purnawirawan (Perip), PIA Daerah I Koopsau, IKKT Kohanudnas, IKKT Mabes TNI, PIA Paskhas, dan PIA Koharmatau.

Dalam sambutannya saat membuka kejuaraan, Ibu Nanny mengatakan bahwa kemenangan di lapangan harus diraih melalui cara-cara terhormat. Kalaupun harus kalah, tetap didudukkan sebagai usaha yang terpuji.

“Seorang olahragawan dituntut menang secara terhormat dan kalah secara terpuji. Olahragawan bisa disebut pahlawan karena berhasil membawa nama harum kelompok atau timnya, oleh karena itu olahraga sering dikatakan sebagai alat pemersatu,” tutur Ibu Nanny.

Selain untuk memupuk prestasi, pertandingan ini diharapkan dapat menjadi media untuk menjalin hubungan lebih akrab serta harmonis di antara pengurus dan staf serta seluruh anggota PIA Ardhya Garini.

HUT ke-61 PIA Ardhya Garini kali ini mengangkat tema “Dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial dan pendidikan, kita tingkatkan peran PIA Ardhya Garini dalam mendukung keberhasilan tugas dan pengabdian TNI Angkatan Udara”.

Selain pertandingan bola voli, PIA Ardhya Garini pusat juga sudah menyiapkan serangkaian kegiatan hingga hari H.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selalu menyempatkan diri menemui anak-anak dalam setiap kunjungannya mendampingi KSAU. Foto: beny adrian

Dimulai sejak 17 Oktober 2017, telah dilaksanakan media gathering di komplek AAU, Yogyakarta. Setelah itu pada 17-19 November, dilaksanakan Indonesia Jaya Expo di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.

Juga bagi peminat lari, PIA Ardhya Garini menyiapkan lomba Air Force Run pada 19 November, bertempat di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kemudian pada 20-22 November, dilaksanakan Iva Test, sosialisasi narkoba dan pemberian tali asih kepada prajurit berprestasi di seluruh lanud di Indonesia. Dua hari kemudian, 24 November, digelar ikrar Indonesia Jaya dan Indonesia Jaya Festival di Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebagai puncak acara PIA Ardhya Garini ke-61, akan dilaksanakan Media Award dan drama kolosal di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 25 November.

Dalam media award akan diberikan penghargaan KSAU Award kepada media atau wartawan yang tulisannya dinilai memberikan kontribusi positif kepada TNI AU. Tulisan wartawan baik dari media elektronik, cetak, dan online yang masuk ke panitia, akan dinilai oleh tim juri yang diketuai oleh wartawan senior Ninok Leksono.

Menurut ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Media Award adalah salah satu bentuk perhatian TNI AU kepada insan media yang selalu aktif mensyiarkan informasi menyangkut TNI AU.

“Wartawan telah berkontribusi banyak dalam perkembangan TNI AU. Tanpa media, apapun yang sudah kita lakukan tidak akan diketahui oleh masyarakat, untuk itu pantas jika TNI AU memberikan apresiasi kepada teman-teman media yang terpilih,” ujar Ibu Nanny.

Rangkaian kegiatan dalam rangka HUT PIA Ardhya Garini ke-61.

PIA Ardhya Garini dibentuk pada tahun 1956 untuk menyatukan persatuan istri Angkatan Udara yang berdiri secara lokal di sejumlah lanud. Organisasi istri AURI pertama berdiri pada tahun 1950 di Lanud Panasan, Solo, yang menamakan dirinya Persatuan Istri Tentara Angkatan Udara (Persitauri).

Maka atas prakarsa Ibu Suryardarma, diadakanlah Konferensi Istri Angkatan Udara pertama pada 24 -26 November 1956 di Bandung. Konferensi pertama ini dihadiri utusan dari 17 lanud.

Salah satu keputusan yang dihasilkan dari konferensi itu adalah, membentuk wadah tunggal bagi Persatuan Istri Angkatan Udara Republik Indonesia disingkat PIA dan menetapkan tanggal 25 November 1956 sebagai hari lahirnya organisasi istri AURI.

Baru kemudian pada konferensi keempat tahun 1966, ditambahkan kata Ardhya Garini sehingga menjadi PIA Ardhya Garini. Ardhya berarti dirgantara, sedangkan Garini berarti ratu atau istri.

Sumber: mylesat.com