Sebanyak 18 orang calon guru SMA Pradita Dirgantara mengikuti program persiapan mengajar melalui program magang di SMA IIHS (International Islamic High School) Jakarta (http://sma-iihs.sch.id) yang akan berlangsung selama 3 minggu (19 Februari s/d  9 Maret 2018). Seluruh calon guru disambut kedatangannya di lanud Halim Perdanakusuma pada Minggu (18/2) oleh Ketua Umum Yasarini, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto. Turut hadir Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M yang juga didampingi oleh Ketua Umum PIA Ibu Ayu Yuyu Sutisna.

SMA IIHS dipilih menjadi tempat magang agar calon guru SMA Pradita Dirgantara dapat menimba ilmu dengan melihat langsung proses kegiatan belajar mengajar secara langsung. SMA IIHS yang memiliki kesamaan dengan SMA Pradita Dirgantara yaitu sekolah berasrama (boarding school) telah menerapkan sistem SKS (Sistem Kredit Semeste) sejak tahun pelajaran 2017/2018. Terdapat juga 5 pondasi kurikulum SMA IIHS yang juga dapat menjadi pembelajaran atas visi dan misi SMA Pradita Dirgantara, yaitu Pilar Language, Pilar Academic Excellence, Pilar Islamic Studies, Pilar Interpersonal Skills dan Pilar Overseas Program.

Di hari pertama program magang Bapak Yoyok Sugiarto selaku Kepala Sekolah SMA IIHS Jakarta memberikan pembekalan kepada seluruh peserta untuk mengobarkan semangat dengan kembali kepada pemahaman filosofi sebagai seorang guru. Dimulai dari pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti “Apakah profesi guru sebagai pilihan terbaik bagi Anda? Apa yang akan dilakukan setelah menjadi guru? Seperti apa keberhasilan yang ingin dicapai? Bagaimana caranya? Bagaimana menyelaraskan visi lembaga dan visi pribadi?”. Kesemua ini memancing setiap calon guru SMA Pradita Dirgantara untuk menyegarkan dan menyadarkan kembali kehadiran mereka sebagai calon-calon guru sekolah unggulan SMA Pradita Dirgantara. “Semua itu harus dikaji demi mencapai tujuan membangun sekolah yang unggul dari para gurunya. Semua guru harus mampu terlibat sebagai pendamping/ mentor dalam proses membangun pondasi sekolah yang kuat,” pesan Pak Yoyok yang membuat seluruh peserta antusias mengikuti sesi pembekalan.

Selama kegiatan magang ini selain setiap calon guru mengikuti kegiatan di dalam kelas hingga kegiatan di asrama siswa, seluruh peserta juga diajak kegiatan di luar yaitu mengunjungi lokasi-lokasi edukasi di Jakarta. Bersama guru dan siswa-siswi SMP IISS dan SMA IIHS, semua peserta berkunjung ke Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. Kunjungan dimulai dari penjelasan mengenai Mahkamah Konstitusi oleh staf MK, kemudian setiap peserta diajak mengunjungi dan memahami alur berkas perkara, yaitu dari mulai tahapan pengajuan sampai dengan pelaksanaan sidang.

Masih berlanjut kegiatan di hari ke-4 dan 5 (Kamis-Jumat, 22-23/2), kali ini calon guru dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok pertama melaksanakan praktek mengajar di SMP IISS maupun SMA IIHS dan kelompok kedua menyusun program administrasi pendidikan dan perangkat pembelajaran seperti Silabus, RPP, & UKBM untuk SMA Pradita Dirgantara. Di akhir hari ke-4 ini, sebelum para peserta magang kembali ke asrama masing-masing, dilaksanakan briefing bersama perwakilan IIHS untuk mengevaluasi secara singkat kegiatan hari itu. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan kegiatan hari berikutnya. Para peserta kembali ke asrama masing-masing bergabung dan berkegiatan sesuai jadwal asrama sampai dengan pukul 22.00. Walau hingga larut malam, tersirat semangat dan antusias dari seluruh calon guru SMA Pradita Dirgantara.

Di hari Sabtu (24/2) seluruh peserta berkesempatan mengikuti Open House SMA IIHS di Gedung Palma One, Jl. H.R. Rasuna Sahid, Jakarta di pagi hari. Setelah mengikuti acara open house semua calon guru mengikuti kegiatan tour ke Monumen Nasional (Monas) dan Masjid Istiqlal yang dipandu oleh Pengurus Yasarini Pusat. Semoga kegiatan magang ini dapat memberikan bekal keilmuan bagi setiap insan calon guru SMA Pradita Dirgantara, demi memajukan pendidikan untuk Indonesia Jaya!