“Tugas Bapak dan Ibu sekalian tidaklah ringan karena Bapak dan Ibu kami pilih bukan untuk jadi guru yang biasa-biasa saja, tetapi untuk menjadi guru yang luar biasa bagi anak didik yang luar biasa pula sebagai kader-kader pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang,” menjadi pesan penggugah dari Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Yasarini pada dalam acara penutupan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Calon Guru-guru SMA Pradita Dirgantara, yang baru saja ditutup resmi Jumat (15/2), di Hotel Lor In Syariah, Surakarta.

Acara yang berlangsung sejak 5 hingga 15 Februari ini diikuti oleh 18 calon guru dan staf SMA Pradita Dirgantara. Beberapa pembicara yang berkarater dan memiliki value nya masing-masing pun didatangkan pada acara ini, dengan tujuan membuka wawasan dan pengetahuan calon guru seluas-luasnya. Sebut saja, Pidi Baiq (penulis novel dan belakangan dibuat ke film layar lebar; Dilan 1990), Dr. Emil, dan juga Erix Soekamti dari grup band Endank Soekamti. Bukan tanpa sebab mereka diundang untuk berbicara pada calon guru SMA Pradita Dirgantara, tujuan mereka dihadirkan adalah supaya para guru, mendapatkan perspektif lain tentang berkehidupan, membentuk pola pikir kreatif dan berintegritas dalam upaya menjalankan tugas mulia mereka, membimbing siswa siswi SMA Pradita Dirgantara ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada kesempatan ini, Ibu Nanny juga menyampaikan ucapan terimaksih yang tak terhingga kepada Rektor UNS Dr. Ravik Karsidi, M.S. yang telah ikut dalam membidani lahirnya SMA Pradita Dirgantara dan sampai saat ini masih setia mengawal proses proses penerimaan atau rekruitmen calon pendidik (tenaga pengajar) dan peserta didik. Ucapan juga disamapaikan kepada Prof. Dr. Siswandari beserta Tim atas kesediaannya menjadi tenaga pelatihan Diklat Para Guru SMA Pradita Dirgantara ini.