Kamis, 27 September 2018 Yayasan Ardhya Garini menggandeng lagi para pakar pendidikan sekaligus pelaku pendidikan, dan pemangku kebijakan ke SMA Pradita Dirgantara di Solo.

Pembekalan yang diawali dengan kunjungan ke SMA Pradita Dirgantara ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Yayasan Ardhya Garini, istri Panglima TNI, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi oleh pengurus Yasarini Pusat dan Cabang SMO dengan mengajak serta ibu-ibu pengurus IKKT.

Hadir sebagai pembicara Utama dalam pembekalan dengan jumlah peserta 85 orang ini adalah Prof. Dr. H. Arief Rachman, M. Pd. pakar sekaligus pelaku pendidikan yang dengan kehangatan, ringan saat memberikan materi namun tetap berbobot menyampaikan pendekatan kurikulum dan dampaknya, paradigma perubahan pembelajaran, sikap dan mutu, 10 ciri sekolah unggul, sentuhan pembelajaran, kecenderungan sikap dengan 21 karakter dengan beberapa prinsip dan watak yang perlu dikembangkan guru. Ilmu penting namun bukan segalanya, kepribadian sangat perlu didahulukan, tandas beliau.

Pembekalan ini dirasa sangat perlu untuk menjadikan Pradita Dirgantara SMA Unggulan Yasarini dan memang pantas untuk diunggulkan dimata publik karena segala kualitasnya yang tidak diragukan lagi. Guru dan tenaga pendidik yang diangkat melalui seleksi ketat begitu juga para siswanya.

Ikut menambahkan materi pembekalan berturut-turut adalah Prof. Ibrahim Bafadal yang meyakinkan bahwa secara fisik fasilitas di SMA Pradita Dirgantara adalah investasi besar, namun investasi tersebut tidak akan berubah menjadi kinerja yang baik bila tidak dapat melahirkan siswa yang menjadi baik artinya guru wajib memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas-fasilitas yang disiapkan oleh Yayasan Ardhya Garini guna menunjang pembelajaran semaksimal mungkin.

Pemateri selanjutnya berturut turut adalah Prof. Djoko Nurkamto, Prof. Ade Jamal Joga Dharma Setiawan, B. Sc., M.Sc., Ph., D, , Prof. Oni Bintoro, MBA, Agus Pramudya M.Sc., Sarwin Zain dari Dirjen GTK, dan diakhiri oleh ucapan terimakasih Kepala SMA Pradita Dirgantara atas dukungan Yasarini dan kerjasama keluarga besar SMA Pradita Dirgantara, UNS, LPI Sabilillah, IABIE, dan juga Dirjen Dikdasmen yang hadir.